Dalam Nuansa Arahan Kapolres Solsel, Momen Hening Upacara Dipimpin Kompol Idris Bakara

PD. PARIAMAN | Pagi itu, halaman Mapolres Solok Selatan terasa lebih tenang dari biasanya. Barisan personel berdiri rapi, sementara bendera Merah Putih perlahan bersiap untuk dinaikkan. Upacara Hari Kesadaran Nasional (HKN) dipimpin langsung oleh Wakapolres Solok Selatan, Kompol Idris Bakara, S.I.K., M.H.

Tidak ada yang berlebihan dalam pelaksanaannya. Semua berjalan sederhana, namun tetap tertib. Kompol Idris Bakara berdiri di depan barisan, memimpin jalannya upacara dengan suara yang tegas, namun tidak meninggalkan kesan kaku.

Bagi para personel, upacara seperti ini sudah menjadi bagian dari rutinitas. Meski begitu, suasananya tetap menghadirkan jeda sejenak dari kesibukan tugas harian yang kerap berlangsung tanpa henti.

Di tengah barisan, beberapa anggota terlihat fokus mengikuti setiap rangkaian. Ada yang menatap lurus ke depan, ada pula yang sesekali menyesuaikan posisi berdiri. Hal-hal kecil yang justru membuat suasana terasa lebih nyata.

Prosesi pengibaran bendera menjadi salah satu momen yang paling hening. Saat Merah Putih mulai naik, seluruh peserta memberikan hormat. Tidak ada suara selain aba-aba dan langkah kaki petugas upacara.

Dalam amanatnya, Kompol Idris Bakara tidak berbicara panjang. Ia hanya mengingatkan hal-hal yang seringkali terdengar sederhana, namun penting—tentang tanggung jawab, tentang pekerjaan yang dijalani setiap hari, dan tentang bagaimana bersikap di tengah masyarakat.

Ia juga menyinggung bahwa apa yang dilakukan anggota di lapangan akan selalu dilihat oleh masyarakat. Karena itu, hal-hal kecil seperti sikap dan cara berkomunikasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tugas.

Nama Kapolres Solok Selatan, AKBP M. Faisal Perdana, S.I.K., turut disebut sebagai bagian dari arah kebijakan yang dijalankan di kesatuan. Bukan dalam bentuk instruksi yang kaku, tetapi lebih sebagai pengingat tentang bagaimana ritme kerja tetap dijaga.

Upacara ini tidak hanya soal berdiri dan memberi hormat. Bagi sebagian anggota, ini menjadi momen untuk kembali menata pikiran sebelum kembali ke aktivitas masing-masing.

Setelah rangkaian selesai, barisan pun dibubarkan. Personel kembali ke fungsi dan tugasnya—ada yang bertugas di lapangan, ada yang kembali ke ruangan kerja, melanjutkan hal-hal yang sebelumnya sempat ditinggalkan.

Tidak ada perubahan besar setelah upacara itu. Namun setidaknya, ada satu pagi yang berjalan sedikit lebih pelan, memberi ruang bagi setiap orang untuk mengingat kembali apa yang mereka kerjakan dan untuk siapa semua itu dilakukan.

Upacara Hari Kesadaran Nasional di Polres Solok Selatan pun berakhir seperti itu—tenang, sederhana, dan berjalan sebagaimana mestinya.


Catatan Redaksi:

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

Linda

Posting Komentar

0 Komentar